Selasa, 24 Desember 2013

Getting Hurt

Ya... pupuslah liburan indah.

2 minggu waktu yang lumayan buat libur di rumah.

Tapi, malah cidera engkel+lutut..

Sudah lama cidera engkel, sekarang lutut -_____-.

Terakhir sih habis nyoba dance EXO-Growl .

Padahal, liburan ini mau nyoba ber-eksperimen B1A4-Beautiful Target, sama VIXX-Voodoo Doll.

Apalah daya...

Get well soon for me..


It`s hurt me..
So, this is my bad picture too..
And then, you aren't laughing with this picture guys..
Oh my!
 

Senin, 23 Desember 2013

Berkhianat atau Dikhianati

Ternyata sia-sia...


Aku bertahan dalam kebohongan ini selama bertahun-tahun. Semua itu karena satu alasan, kalian adalah sahabatku. SAHABAT.

Tahu? aku sudah berbohong pada berapa orang? ahh mungkin kalian enggak tahu.

Aku membantu tanpa memikirkan perasaanku sendiri, yang penting kalian senang.


Tapi, kalian terlewat senang. Aku yang bertahun-tahun menutupi hal ini, ternyata kalian kacaukan begitu saja.

"Koyo ngono sing jenenge konco?"
"Setengah uripku gawe nulungi awakmu, koyo ngene endinge?"

Karena Allah, sampai saat ini aku sabar.
Karena Allah, aku enggak mau punya musuh.

Tapi salah, salah banget. Kalian sama-sama berkhianat. Usut punya usut, ada permainan lain dibelakangku.

Ho, dunia begitu kejam.. Dunia, ohh dunia. 

Mungkin kalau aku di alam lain saja, kalian baru sadar apa kesalahan terbesar kalian.


Firasatku selalu benar

 

Minggu, 22 Desember 2013

Happy Mother`s Day

Ketika berbicara tentang ibu....



Ibu, mother, mama, emak, umi, eomma, okaasan, etc.

Makhluk terindah ciptaan Allah SWT yang limited edition. Ibu, manusia mulia dibumi yang tak pernah mengenal kata pamrih. Beliau rela melakukan apa saja demi kita (anak). 

Terkadang memang sosok ibu bisa berubah seperti singa yang kelaparan, tapi itu hanya pengibaratan saja. Ibu memang sering marah, ibu sering emosi. Tapi, apapun yang ibu lakukan itu semata-mata demi kita (anak).

Ibu, sosok yang hebat. bagaimana tidak?. Ibu bukan hanya yang melahirkan kita di dunia ini, tapi ibu juga menjabat sebagai bendahara mengurus keuangan rumah, sebagai chef paling ahli membuat makanan yang super lezat, sebagai menteri pemberdaya wanita dimana membela anak yang perempuannya saat disakiti oleh laki-laki, sebagai menteri kesehatan yang berusaha agar anaknya sembuh dari sakit, dan masih banyak lainnya.

Sulit memang mengungkapkan rasa sayang kepada ibu, tapi ibu? rasa sayang dari ibu tidak pernah putus, entah itu dari perhatian atau doa-doa yang beliau panjatkan.

Surga terletak di telapak kaki ibu.

Restu Allah adalah restu ibu.

Ucapan ibu itu selalu benar, ini fakta.
Saya sering tidak mendengarkan perkataan ibu saya. Setelah itu apa yang saya temui? Perkataan ibu yang saya hiraukan ternyata menjadi kenyataan, entah itu dari hal yang sepela bahkan hal yang genting. 

Pernah saya pergi ke sekolah menggunakan baju bebas untuk cap tiga jari ijazah, ibu saya menganjurkan untuk memakai seragam. Tapi, lagi-lagi saya tidak menghiraukan. Setelah sampai di sekolah benar saja, saya tidak boleh masuk sekolah dan akhirnya saya harus menunda kegiatan cap tiga jari dan harus kembali esok hari. Itu baru hal yang sepele, Subhanallah.

Ibu, maaf dengan segala tingkah laku yang pernah ku lakukan. Kasih ibu sepanjang masa, sampai raga ini tak mampu lagi berdiri, sampai nyawa ini kembali lagi pada-Nya. Terima kasih ibu.

Eomma, saranghamnida..

Eomma, nimye geu misogajeongmal geuriwoyo...

Eomma, nae sobshim motsaral..

Eomma, yeongwonhi uri hamggehae..

Eomma, gamsahabnida...

Sabtu, 21 Desember 2013

Kepintaran atau Keberuntungan ?

Aku posting ini setelah sesi `rapotan`.



Oke, bertahun-tahun dengan "kejadian" yang sama terus berkelibat di otakku. Pertama, masalah rapotan. Salah satu fakta yang sering aku dapati itu seorang siswa pemalas yang kehidupan sekolahnya bergantung sama anak yang superior. Aneh aja mereka bisa masuk high ten bahkan high five . Apa itu yang namanya keberuntungan? Kalau iya kenapa keberuntungan itu enggak berpihak sama aku (dulu).

Ahh, andai guru-guru membuka mata dengan jelas. Mana murid yang bersungguh-sungguh dan mana murid yang hanya main-main. 

Kedua, kasihan juga sih, anak yang pinter otak superior hidupnya enggak beruntung. Aku punya banyak kenalan, otaknya dahsyat tapi sayang dewi fortuna lebih berpihak sama anak-anak yang enggak serius sama sekolah. 

UN lulus dengan nilai yang fantastis, enggak bisa menjamin diterima diperguruan tinggi negeri favorit. Sering tuh 'nemu' berita kaya gituan. Aneh, bikin heart attack.

Kejujuran perlu ditegakkan sejak dini. Boleh sih buat mereka menghalalkan segala cara untuk meraih 'nilai' yang bagus tapi dimasa yang akan datang manusia yang bersungguh-sungguh akan lebih banyak mendapatkan keberuntungan. Itu menurutku. 

Enggak ada kata sia-sia kalau kita mau berusaha dengan keras. Berusaha lebih baik daripada harus bergantung dengan yang lain, karena hasilnya akan berbeda.

Thats all just about my argument.



COMEBACK (We Are One)

Alhamdulillah , sahabatku sekarang kamu kembali lagi. Setelah sekian lama kamu dan aku enggak bertegur sapa, akhirnya kita bisa kembali kaya dulu. Tahu gimana perasaanku? enggak bisa diungkapin sama kata-kata. Fantastic baby! 

16 Nopember 2013, hari berharga dan sekaligus paling mengesankan dimana merupakan tanggal lahirku. Allah bener-bener tahu apa yang aku butuhkan daripada apa yang aku inginkan. Oke, thats you. Aku pikir saat itu jadi hari tersuramku seumur hidup, karena enggak bisa ngerayakan ulang tahunku bareng sahabatku itu.

Tapi, Allah mendengar dan melihat. Allah enggak pernah tidur. Entah angin berhembus dari mana dua teman dekatku yang lain ternyata memberiku kado spesial. Mereka, berusaha membuat aku dan sahabatku itu  kembali seperti dulu. 

Gengsi, itu awalnya. Aku bener-bener malu barang ngelihat wajahnya. Tapi, demi sebuah persahabatan aku harus menepis rasa gengsi itu.

"Upik, maafin aku ya..", seketika cairan bening turun dari mata dan mengalir seperti hujan yang deras. Enggak bisa ngomong apa-apa, cuma bisa sesenggukan.

Berpelukan, itu yang aku dan sahabatku lakukan. Aku bener-bener enggak mau kehilangan dia lagi sebagai sahabatku. Sudah tahu bagaimana rasanya dulu menjalani perang dingin. 

Sekarang, aku berusaha mempertahankan persahabatan ini layaknya pasangan kekasih. Bukan berarti aku dan dia melakukan apa yang dilakukan pasangan kekasih. Aku mempertahankan agar persahabatan ini bisa terus terjalin sampai 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, atau bahkan sampai umur tak muda lagi. 




Jumat, 08 November 2013

Just Like This Moment (BAEKHYUN)






























New World

Dari pada mengurusi hal yang sebenarnya tidak penting, lebih baik tidur. Tapi ada satu hal yang selalu melekat. K-Pop.. . Wae? entahlah dunia itu serasa sudah melekat bahkan rasanya mengalir di darah ini. Dunia hiburan yang entah kapan aku bisa menjamahnya. Percayalah, sulit untuk lepas.

Pikiranku melayang, sebegitu beratnya hidup ini. Tapi ada hal keanehan yang terasa. Lagu, lagu korea bisa menghibur. Entah sejak kapan argumen itu muncul. Muncul dengan sendirinya. Tapi tak ada maksud untuk syirik. 

Aku, lebih suka memandangi wajah 'palsu' mereka daripada wajah bertopeng, yang bisa dibilang topeng setan. Aku juga tak suka mendengar suara mereka wajah-wajah bertopeng.

Hal ini memang tidak ada kaitan sama sekali. Namun aku mencoba mengambil sisi positif dari kegemaranku yang ternyata benar-benar merubah semuanya. Namun aku tidak mengtuhankan.

Berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai kegemaran yang sama, itu seperti hal yang tak terlupakan. Ada saat aku nyaman dengan mereka, dan lebih menikmati. Bercengkrama mengenai suatu hal dimana semua tahu apa yang sedang dibicarakan. 

Tak ada api yang tersulut dalam hal ini. Aku benar-benar merasakan aku mampu berinteraksi dengan orang lain, dalam artian tidak dengan orang-orang itu saja.


Selasa, 02 Juli 2013

Terpikat [Princes Of Charisma]

Fanfiction [read : ff], menurutku ini sama dengan cerpen tapi tokohnya adalah bias favorit dan jalan ceritanya sesuai dengan keingian pengarang [author]. Sejak bergelut dengan K-Wave aku nggak memperdulikan apa itu FF. menurutku FF itu cuma cerita khayalan seorang fans yang tidak tercapai atau hanya angan-angan saja. FF bertebaran dimana saja. Setiap buka blog dan facebook ada saja yang mempromosikan FF, entah karangan sendiri atau mere-blog milik orang lain. Aku nggak pernah tertarik.

Seringnya melihat FF yang muncul di jejaring sosial bikin aku makin penasara 'apasih FF'? penting?. Iseng-iseng minta bantuan mbah google cari apa itu Fanfiction. Bla bla bla. Oh.. cerita gitu doang. 

Disini aku multi fandom. Aku suka dengan boyband asal korea yaitu Boyfriend. Salah satu member bernama Jo Youngmin menarik perhatianku. Setiap mencari foto atau apa saja mengenai Youngmin, ikut muncul juga tuh yang namanya FF. Dan tanpa banyak mikir aku klik, lalu membacanya sampai habis.

Dan apa yang terjadi, ternyata FF sangat sangat sangat menarik. Ending dari FF terkadang happy ending atau sad ending, bahkan ada yang nggantung ending. FF yang pertama kali aku baca bertokohkan Jo Youngmin. Sejak itu, aku suka membaca FF.


Tapi nggak tahu kenapa satu tahun terakhir aku suka membaca FF yang bertokohkan member Boyfriend, terutama Jo Youngmin dan kembarannya Jo Kwangmin. Sampai-sampai setelah membaca FF mata bisa sembab karena kehebatan author dalam mengarang jalannya FF itu. 

Sering baca FF membuat aku sering mengandai-andai. Andai saja cerita yang ada di dalam FF itu bener-bener terjadi. Andai yang memerankan itu aku dan Youngminm *khayal*.

Jujur aja, aku nggak pernah bisa nulis cerpen apalagi novel. Tapi sering membaca FF membuat aku semakin tertarik dengan dunia menulis. Sekarang ada tugas membuat cerpen bahkan novel bukan penghalang besar buat aku.

Aku sudah mengarang beberapa FF. Hmm, ada Don't Leave Me Alone Saeng, Make Me Go Insane, Be Love, No One Perfect, dan banyak lagi yang belum diberi judul, tentunya main cast`nya itu Youngmin. Tapi, rata-rata FF buatanku berakhir dengan sad ending. Hahaha. Memang aneh kebiasaanku ini.

 
Berawal dari namja ini, sekarang aku suka menulis. Gomawo oppa.

Senin, 01 Juli 2013

Apa Kata Mereka

 
 
Sering dibuat tertawa oleh orang-orang sekitar saya yang tahu kegemaran saya akan dunia KPOP. Maaf, tapi hal itu sepertinya sudah melekat pada saya. Reaksi orang-orang berbeda-beda, saya hargai itu.

Kata-kata mereka macam-macam :
 
a. Apasih manfaat kamu suka korea?
b. Jangan sampai kelewatan..!
c. Ngapain sih suka gituan ?
d. Haduh, ngefans kok sama gituan..
e. Wes, stop!
f.  Iniloh kesukaanmu..
g. Mesti, tontonanmu..
h. Kamu nggak bosen ?
j. Berlebihan...
k. Nggak capek ?

Bahkan terjadi suatu perbincangan :

Ayah : Kamu nggak buka puasa? ntar lagi maghrib
Saya : *diam*
Ibu : Halah, si Upik nggak usah buka puasa. Lihat EXO aja sudah kenyang (?)
Ayah : Haha
Ibu : Nggak usah makan, lihat EXO aja wareg (kenyang)
Ayah : Itu kok gerakannya hafal semua?
Saya : *tertawa sambil lihat EXO di TV*

Bukannya saya tidak merespon, semua kata-kata itu benar-benar membuat saya terpingkal --v.

Mungkin buat yang masuk kamar, pinjam HP, bahkan laptop saya harus sedikit telaten karena semua serba KPOP. List musik di HP full lagu Korea. Laptop saya tempeli tulisan boyband favorit saya, begitu dinyalakan semua serba KPOP. Mulai dari Tema, cursor, icon folder, nama pengguna, bahasa, dan lain-lain.

Facebook, twitter, wordpress, bahkan blog semua juga bertemakan KPOP. Eotokkae??.

Tapi satu yang tidak berani saya lakukan, memasang poster mereka (read : artis kpop) di kamar.

Hahaha, maafkan saya jika ini terlalu berlebihan. Tapi inilah saya.

Minggu, 30 Juni 2013

BE LOVE [FF Jo Youngmin, Eun Ji]





Genre                    : Rival, Romace
Cast                       : Jo Youngmin, Eun Ji
[ONE SHOT^^]


Eun Ji POV
“Songsaenim, saya mau menjawab soal nomor 2, 3, dan 4..”. Aku mengacungkan tanganku kepada songsaenim untuk menjawab soal matematika.
“Ah ne, bagus bagus. Silahkan kamu maju..”. Aku sangat senang dengan pelajaran ini. Tak sampai waktu 20 menit, aku sudah menyelesaikan tiga soal itu.
“Ahh, daebak daebak. Eun Ji memang pintar sekali..”. Songsaenim berbicara dengan begitu kerasnya. Sampai salah seorang temanku bangun dari tidurnya.
“Ah jinjja, kenapa ramai sekali..”. Suasana kelas yang hening, membuat suaranya terdengar begitu keras.
“Yaaa!!, kau ini. Kau berbicara tidak sopan pada songsaenim..”. Aku yang kesal dengan ucapannya, berbalik memarahinya.
“Ahh, kau Jo Youngmin keluar dari kelas sekarang. Angkat salah satu kakimu, dan jewer telingamu..”. Songsaenim menyuruhnya keluar dari kelas.
“Kau Eun Ji, setelah pelajaran ini selesai temui aku di ruang guru”.
“Ne songsaenim..”. Aku penasaran kenapa songsaenim menyuruhku untuk menemuinya.