Sabtu, 08 Juni 2013
Jumat, 24 Mei 2013
JANUS - BOYFRIEND
[All] Jigeum utgo itjiman aesseo chamgo isseo nan
Tteollineun nae du soneul himkkeot japgo isseo nan
Sokgo inneun geoya neon gwaenchantaneun nae mare
Deung dwieseo nunmureul modu ssotgo isseo nan
[Jeongmin] Tteollideon jageun eokkaega geu jageun ipsuri
Mianhae nae apeseo jujeo antneun neo
[Donghyun] Tteugeopdeon nareul samkigo ni nunmul humchimyeo
Mianhae on himeul dahae anneun na
[Youngmin] Neoui eokkae neomeo baetneun hansum
neoui eokkae neomeo chaoneun nunmul
Geugeon naman aneun siseone namginda
kkeutkkaji
[Hyunseong] neoui gieok ane salgo sipgo neoui gieok ane utgoman sipeo
Babocheoreom geujeo neoege utneunda
[All] You’re not a bad girl you’re not a bad girl
Nal wihan nunmul geu nunmul geodwo
Geu aega dachyeo na ttaeme dachyeo
Geureoni chamgo tto chamaya hae
[Minwoo] Nega wae nega wae nega wae na ttaeme ureo
Neon hangsang barkge useo wae ureo
Ijeo nan da teolgo pyeonhage tteona
Mot mitni ne balmok japgo sipji anha
[Jeongmin] Naui gaseum gipi ttwineun simjang naui gaseum gipi jabadun miryeon
Geugeon naman aneun mameuro mutneunda
kkeutkkaji
[Donghyun] Neoui useummaneul bogo sipgo neoui useummaneun jikigo sipeo
Eojecheoreom geujeo naege useojwo
[All] You’re not a bad girl you’re not a bad girl
Yeogi nae simjang nae simjang soge
Nae sogeul gamchwo neol wihae gamchwo
Nareul dajapgo tto jabaya hae
[Kwangmin] Neomani nae juinigo wonhamyeon nareul tteonal su itgo
Gikkeoi neoreul bonae neol wihae naneun neol bonae
[All] You’re not a bad girl you’re not a bad girl
Nal wihan nunmul geu nunmul geodwo
Geu aega dachyeo na ttaeme dachyeo
Geureoni chamgo tto chamaya hae
[All] Jigeum utgo itjiman aesseo chamgo isseo nan
Tteollineun nae du soneul himkkeot japgo isseo nan
Sokgo inneun geoya neon gwaenchantaneun nae mare
Deung dwieseo nunmureul modu ssotgo isseo nan
Source : http://www.kpoplyrics.net
Corner
DUSH
Entah apa yang aku pikirkan ketika aku memutuskan untuk memilih satu diantara 4 pilihan itu. Aku sangat yakin suksesku berawal dari sana. Yah, ku bulatkan tekadku, aku sangat yakin dengan pilihan ini. Geuleona, butuh beberapa proses untuk berhasil masuk di pilihan itu. Waktu yang lama..... .
Ketika tiba di penghujung waktu, jantung ini berdegup dengan kencang. Bersaing dengan beberapa badan hanya sekedar melihat selembar kertas yang ditempel. Sorak-sorai terdengar ketika banyak yang berhasil masuk dalam pilihan mereka, namun tak sedikit yang kecewa. Aku, bersujud syukur karena aku berhasil. Di sana, tempat yang aku idamkan.
Menyungging senyuman yang tak biasa, untuk hari itu. Berharap semua akan baik dan pasti menyenangkan. Aku yakin penghuni disana akan menjadi partnerku dalam belajar dan menjalani hari demi hari demi menuntut ilmu.
Di tempat itu, banyak yang dapat menarik perhatian para yeoja. Semua ramah, baik, menyenangkan.
Hari demi hari sudah dilewati, bersaing, berjuang, bersama. Sering terjadi perdebatan yang menyita banyak waktu dan tenaga. Sulit sekali menyatukan banyak kepala yang berbeda isinya. Diawal, masih bisa teratasi. Sabar.. sabar.. dan sabar. Aku yakin ini untuk pertama dan terakhir kali.
Tapi.... tidak.
Aku merasa aku salah dalam memilih sebuah pilihan. Seperti ada rasa menyesal yang menerpaku. Dulu, aku yakin dengan pilihan ini. Lambat laun, aku merasa menyesal dan kecewa. Sangat kecewa. Seringnya adu pendapat membuatku tak tahan lagi.
Banyak komentar yang muncul dari belakang. Menusuk sampai ke tulang. Seperti ini?. Meleset dari perkiraan. Banyak yang membuat kecewa.
Aku merasa seperti debu. Menempel, namun tak berguna bahkan tak diharapkan. Seperti debu yang siap di tiup agar cepat menghilang.
Menjadi diam, dan diam. hanya mampu menumpuk beribu kekesalan.
FanFic
No One Perfect
Genre : Friendship, Family, Moral (maybe).
Cast : Sehun, JO Twins, Kai, Luhan
Author P.O.V
19
tahun yang lalu, lahirlah dua bayi mungil yang memiliki wajah sangat identik.
Jo Youngmin dan Jo Kwangmin. Sejak kecil mereka selalu mengenakan baju yang
sama. Kini mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (School Of Performing
Art Seoul).
Kwangmin P.O.V
“Youngiieeee...
bangun... sudah siang...”. Namun Youngmin tak bergerak sedikitpun. Kwangmin
menyerah dalam urusan seperti ini. Kwangmin hanya memandangi wajah hyungnya
itu.
“Hyung,
kau dan aku ternyata masih lebih tampan aku, kau sangat cantik.. keukeu~..”.
*PLETAK*
satu jitakan mendarat di kepala Kwang. “Yak! Hyung, ada apa denganmu? Kenapa kau
menjitak kepalaku..??.
“Kenapa
kau memandangiku?. Kau suka padaku..??”
“Iuhh...
please deh loe jangan ge-er, emangnya gue moho..???.
“Minggir,
aku mau mandi..”. Kwangmin hanya tertawa melihat hyungnya itu, bagaimana tidak
Youngmin bangun dengan rambut yang acak adut ditambah dengan air liur kering di
sekitar bibirnya.
Youngmin P.O.V
“Appa,
kami berangkat dulu..”. Pamit Youngmin pada Luhan appa.
“Iya
nak, mana dongsaengmu..??. Kau bertengakar dengannya??”
“Aniya..,
dia asik membaca komik di kamar..”.
“Jinja..??
aigo, anak itu..”. Luhan appa segera pergi ke kamar anak-anaknya. Di dalam
kamar Kwangmin masih asik dengan komik Pikachu edisi terbaru.
“Omo...
sakit appa...!!!. Kenapa kau menjewerku..??”
“Dasar
bocah gemblung!. Kau ingin bolos sekolah hanya karena komik..??”
“Andwae
appa... mian..”.
Sehun P.O.V
@
School Of Performing Art Seoul
“Thelamat
pagi Young, thelamat pagi Kwang.. how are you..?”. Sapa Sehun dengan cedal khasnya.
“I’m
pine thehun..”. Balas Kwang dengan menirukan cedal Sehun, tapi Youngmin hanya
membalas dengan senyuman yang kecut.
“Kajja,
kita mathuk kelath..”. Ajak Sehun.
“Ayo..”.
Mereka segera masuk ke kelas. Kwangmin menarik tempat duduk di sebelah
hyungnya.
“Yak!
Hyung, kau ini kenapa?. What happen aya naon..??”
“Iya,
kau kenapa tih..??” Tambah Sehun. Youngmin merasa sangat jengkel.
“Aishhh,
jeongmal. Aku pusing mendengar kau berbicara Sehun. Kapan kau waras??”
“Hyung.
Kau ni..., jangan begitu..”. Bentak Kwang pada Hyungnya.
“Masbulo..?.
Masalah buat lo, aku lelah mendengar Sehun bicara tak karuan...”.
“Yang
thabar ya thehun, hyungku hanya bercanda..”.
“Tidak
apa-apa Kwang, aku thadar aku cedal”.
Author P.O.V
Tak
terasa bel sekolah berbunyi, waktunya siswa SOPA pulang ke rumah masing-masing.
Seperti biasa YoungKwang pulang berboncengan, Youngmin yang mengendarai sepeda
sedangkan Kwangmin memeluk erat hyungnya takut jatuh saat di jalan. Begitu pula
dengan Sehun, ia sudah dijemput appanya menggunakan mobil.
Sehun P.O.V
Sehun
masuk mobil sambil cemberut.
“Kau
kenapa nak..??”. Tanya Kai appa.
“Appa,
kenapa aku yang tampan nan imut ini cedal..??. Eomma dulu ngidam apa..??”.
Tanya Sehun dengan wajah pasrah.
“Kau
diejek temanmu..??. Itu hal biasa Sehunnn..”.
“Makthud
appa..??. Appa pernah sepertiku..??”
“Nde,
warna kulit appa berbeda dengan yang lain. Dulu appa sering diejek “anak
matahari” oleh teman-teman. Tapi setelah appa pikir, dengan warna kulit seperti
ini appa sangat senang. Tak ada yang menandingi..”.
“Teluth,
kenapa dengan lidahku..??. Tanya Sehun lagi.
“Itu
sudah takdir dari Tuhan nak. Dulu teman appa ada yang cedal, sekarang ia
sukses. Ia menjadi menteri..”.
“Jinja..??.
Athik.. athik.. kalo Thehun udah bethar, Thehun pengen jadi menteri pemberdaya
perempuan..”.
“....”.
Kai appa bingung untuk membalas.
“Kenapa
appa..??, thalah..??.
“Nanti
kita ke dokter yah..”.
Kwangmin P.O.V
@Home
“Hyung,
kau harus merubah sifatmu. Kau pemarah..”. Youngmin tak bergeming, lalu ia
membanting tasnya ke lantai.
“Apa
maksudmu..??. Ini sudah sifatku, kau dan aku berbeda. Jangan kau nasehati aku,
aku ini hyungmu. Ara..??”. Amarah Kwangmin semakin memuncak, namun ia tak ingin
kalap dengan emosinya. Ia harus memaklumi sifat hyungnya yang sangat pemarah.
“Hyung,
kau tak ingin cepat tua kan..?”.
“Kenapa?.
Aku ingin cepat tua dan mati. Puas..??”. Bentak Youngmin pada dongsaengnya. Kwangmin
hanya mengelus dada, lalu duduk di pinggir kasurnya. Sedangkan Youngmin
langsung keluar kamar.
@Ruang TV
“Tenang
nanti biar appa yang bilang pada hyungmu..”.
Beberapa
menit kemudian, Youngmin sudah duduk berdampingan dengan appanya.
“Kau
dan dongsaengmu sudah dewasa, rubah sifat buruk kalian. Terutama kau Young,
hargai nasehat dongsaengmu. Kau memang hyungnya, tapi tak ada salahnya jika kau
mendengar kata-kata dongsaengmu.”.
“...”.
Youngmin tak menjawab.
“Appa
dengar kau juga sering marah-marah pada temanmu yang bernama Sehun. Sehun
cedal, dan kau sering ngomel..”.
“Iya
hyung, kasihan Sehun.., kau tak sadar..??”.
Youngmin P.O.V
“Mian,
kalau aku sering marah-marah. Aku tak tahu bagaimana merubah sifatku ini..”.
“Tenang
hyung, kau pasti bisa. Aku akan membantumu, kuncinya adalah bersabar. Tak ada
manusia yang sempurna di dunia ini. Aku sadar, aku juga mempunyai sifat buruk,
tapi aku sadar aku hidup dengan banyak orang..”.
“Saeng...”.
Youngmin meneteskas air mata.
“Wae..?
kenapa kau menangis hyung..??”.
“Bagaimana
kalau kau berubah nama menjadi Kwangmin Teguh..??. Kata-katamu sungguh
memotivasiku..”.
*PLETAK*
Kwangmin menjitak kepala Youngmin. “Kau ini.... . Kau tidak ingin minta maaf
pada Thehun..??”.
“Ne,
arraseo. Besok aku akan menemuinya..”.
Sehun P.O.V
@School
“THELAMATTTT
PAGI THEMUAHHHH...!!!”. Teriak Sehun saat masuk kelas.
“Thelamathhhh
pagi Thehun.....”. Balas Youngmin. Kwangmin hanya diam, tak biasanya hyungnya
itu sangat ceria.
“Ahhh...,
Youngmin kau begitu ceria hari ini..”. Ujar Sehun
“Mian
Sehun, aku sering memarahimu karena kau cedal. Aku baru sadar kalau tak ada
manusia sempurna di dunia ini. Aku tak bermaksud untuk menyakiti hatimu.
“Andwae,
kau tak berthalah.. . Aku maklumi hal theperti itu..”.
“Kau
tak marah..??? tak sakit hati..???.
“Aniya~,
aku tidak marah. Aku malah thenang..”.
“Gomawo
Thehun...”.
“Berpelukannnn...”.
Ajak Kwangmin, sambil menarik Youngmin dan Sehun.
“Tidak ada manusia yang sempurna di dunia
ini... . Syukuri apa yang telah Tuhan berikan pada kita”
-END-
*Mohon maaf apabila ada kesamaan nama*
Kamis, 23 Mei 2013
FanFic JO Twins
Don’t Leave Me Alone
Saeng~
Genre : Brothership , sad
Cast : JO Twins, Minwoo,
Baekhyun
My First FF^^, kajja !
Youngmin P.O.V
Wajahnya mirip sekali denganku.
Sudah 19 tahun lamanya aku menjalani hidup dengannya. Tak lelah aku memandangi
wajahnya setiap hari, terutama saat dia masih tertidur pulas seperti pikachu
yang sedang kelelahan karena energi listriknya mulai habis.
“Kwangieee....
, ayo bangun..”. Bisik Youngmin.
“Ah
hyung, aku masih ngantuk nih..”.
“Ayo
bergegas bangun, lalu cepat mandi. Kau sangat bau..”.
“Yak..!
aku selalu harum”. *PLETAK, satu jitakan mendarat di kepala Youngmin.
“Jeongmal..,
aku ini hyungmu..!!!”. Kwangmin tak memperdulikan, ia bergegas ke kamar mandi.
Sedangkan Youngmin membereskan kamar.
Kwangmin P.O.V
“Kenapa
wajahku pucat sekali...??”. Kwangmin sedari tadi melihat wajahnya di cermin. Ia
merasa tidak enak badan, bahkan malas untuk mandi. Namun niat itu ia urungkan,
karena ia tahu hyungnya pasti ngedumel.
“Kenapa
kau lama sekali Kwang..??. Kau tidur di dalam..??. Teriak Youngmin. Beberapa
detik kemudian Kwang keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
“Hyung,
aku tidak enak badan. Hari ini aku tidak masuk sekolah..”
“Andwae..!!.
hari ini ada ujian kanji. Jika kau tidak masuk, tidak ada kesempatan untuk
menyusul..”.
“Youngiieeee...
kumohon..”. Kwangmin memasang wajah memelas pada hyungnya.
“Ani, sudah kubilang. Jika kau tetap, maka akan aku laporkan
bahwa kau bolos..!. ara??”. Kwangmin tidak bisa mengelak lagi, ia yakin bahwa
hyungnya akan seperti itu. Itulah sikap yang paling dibenci Kwang dari
hyungnya.
Author P.O.V
Kelas sangat hening. Ujian kanji sedang berlangsung, penjaga
yang killer membuat para siswa takut untuk mencontek. Begitu pula dengan si
kembar YoungKwang, sejak berangkat dari rumah mereka tidak saling menyapa.
Sepertinya terjadi perang dingin. *sok tahu*
Kwangmin P.O.V
“Songsaenim, saya ijin ke kamar mandi..”.
“Baiklah, 3 menit saja..”. Kwangmin berlari menuju kamar
mandi, Youngmin yang hanya melihat menjadi heran.
*Bercermin* “Wajahku makin pucat, perutku tiba-tiba sakit.
Ada apa denganku..??. Kwang bertanya pada dirinya sendiri.
“Kwang, kau sedang apa..???. Kenapa lama sekali..???. Suara
Minwoo dan Youngmin mengejutkan Kwangmin, ia tidak sadar sudah 20 menit ia di
kamar mandi. Kwangmin segera membuka
pintu kamar mandi.
“Wae..???. Kau kenapa hyung..??”. Teriak Minwoo.
“Tidak apa-apa, aku hanya mimisan..”
“Mwo..?? , kau mimisan??”. Dengan secepat kilat Youngmin
mengelap darah di hidung Kwangmin dengan lengan bajunya.
“Young hyung, sepertinya Kwang hyung muntah darah juga.
Lihat, banyak darah..”.
“Ahh, andwae~.. !. Minwoo cepat panggil songsaenim, Kwangmin
pingsan....”.
Author P.O.V
Beberapa menit kemudian, Kwangmin dibawa ke Rumah Sakit.
Youngmin tak bisa menahan air matanya, begitu pula dengan Minwoo. Youngmin
takut sesuatu yang buruk terjadi pada dongsaeng yang ia cintai itu. Jika
dongsaengnya pergi meninggalkannya sendiri, mungkin ia akan gila dan frustasi.
Minwoo berusaha menghibur Youngmin.
Youngmin P.O.V
“Bagaimana jika Kwangmin pergi??”. Suara Youngmin memecah
kesunyian koridor rumah sakit.
“Hyung, がんばってくださいね。。。。。”
“Gomawoppta, tolong doakan dia. Aku tidak ingin
kehilangannya..”.
“Pasti hyung, aku juga takut bahkan tidak siap jika dia
harus pergi. Yakinlah, Kwang hyung tidak sakit apa-apa..”. Youngmin kembali
diam.
“Youngmin..”. Panggil dokter Baekhyun yang menangani
Kwangmin.
“Ne, wae??. Apakah dongsaengku baik-baik saja..??”. Dokter
Baekhyun diam.
“Bagaimana keadaan Kwang hyung..??. Apakah ia baik-baik
saja??”. Tambah Minwoo.
“Young, bersabarlah. Dongsaengmu menderita kanker lambung,
ia begitu kritis sekarang. Harapan untuk hidup tak lama lagi..”. Seketika
Youngmin merasa lemas.
Author P.O.V
Author P.O.V
*Flasback* “Hyunggg.... ayo kejar aku..”. Kwangmin berlari
di pinggir pantai. Youngmin tak mau kalah.
“Lihat saja kau, pasti akan aku tangkap dan aku akan
mebuangmu ke laut..!”.
*Brukkk* Kwangmin terjatuh.
“Andwae~, darah... . Hyungggggg~”. Teriak Kwangmin meringis
kesakitan, sambil memanggil hyungnya.
“Ahh.. jeongmal, kau terlalu bersemangat. Sini ku tiup
lukamu..”. Youngmin langsung menarik kaki dongsaengnya, dan meniup luka
dongsaengnya itu.
“A..a... hu..hu..huu.. hyung.. aku takut darah, eottoke??”.
“Tenang aku ada disini, kau tak perlu takut..”.
“Kau berhasil menangkapku, apakah kau akan membuang aku yang
imut ini ke laut..??”
“Aniya, kau hanya satu. Kau milikku, tak mungkin itu ku
lakukan. Just kidding saeng..”.
“Gomawo hyung..., jangan tinggalkan aku..”.
Youngmin P.O.V
Tuhan.. tolong jaga dia, aku tak ingin kehilangan dia. Aku
tak bisa apa-apa tanpa dia. Dia donngsaengku satu-satunya... . :’( .
“Youngmin-ahh, “. Panggil dokter Baekhyun.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan
berkehendak lain. Dongsaengmu telah tiada..”.
“Andwae~, Kwang hyung...!!!”. Teriak Minwoo.
“ini semua salahku, aku memaksa dia untuk sekolah padahal ia
ingin istirahat di rumah. Ini salahku.. salahku..”.
“Hyung, sabar. Ini takdir Tuhan.., mari kita lihat wajahnya
untuk yang terakhir..”.
Author P.O.V
@Makam
R.I.P JO KWANGMIN. Youngmin tak berhenti menangis, kepergian
dongsaengnya merupakan hal yang paling menyakitkan. Ia sudah kehilangan separuh
dari jiwanya. Hanya kenangan manis yang tersisa di memori Youngmin saat masih
bersama Kwangmin. Di dalam peti Kwangmin, Youngmin menaruh boneka Pikachu
kesenangan dongsaengnya itu. Sebelum pergi, Youngmin meninggalkan selembar
kertas di atas liang lahat Kwang *I can’t
believe with it. You leave me alone. Please, wait me.. wait me on heaven. Nado
saraghaeyo saeng..*.
-END-
Langganan:
Postingan (Atom)

















