Minggu, 11 Mei 2014

Give Thanks To Your Royal Fansite

Okay, I'm the one of ur bigfans. So many people like u. But do u know that I'm so jeaolus with ur fansite?. I don't want mentions who is she. But, she is so lucky, such as beautiful, kind, rich, and many more.  Every ur anniversary birthday, she was gave u many gifts. Hiks :'(.

Maybe I'm just a ordinary girls, and I don't have money to give you some gift. Okay, poor me. I'm so bad.

You must give thanks to ur royal fansite. Maybe in the future you can get married with her. I'm fine. I'm okay.

Thanks to be a great idol, who always give me many smiles.

Selasa, 06 Mei 2014

Selamat Ulang Tahun Sayang

Mungkin dari judul saja kalian merasa geli dengan kata sayang. Apa pedulinya, ini hanya satu tahun sekali.

06051992, kau terlahir dari rahim seorang perempuan yang entah bagaimana aku pun tidak tahu paras cantiknya. Pasti dia sangat, sangat cantik. Mungkin Tuhan kita berbeda, tapi bagaimanapun aku bersyukur kau terlahir di dunia ini. Jarak umur 3 tahun tidak menjadi pembatas, dimana aku sangat mengidolakanmu di dunia. 

Byun Baekhyun, seorang main vocalis yang benar-benar berbeda bagiku. Dia seperti seseorang yang tiba-tiba hadir memberi sengatan yang tidak berbahaya namun dampaknya sangat terasa. Entahlah, namun sampai detik ini aku masih sabar merengkuhnya dari dunia maya. 

Mungkin aku hanya satu dari ribuan bahkan milyaran penggemar yang selalu ingin menyentuhmu atau sekedar berkata "Baekhyun oppa saranghae..". 

Tidak peduli sejauh apapun, selamat ulang tahun Byun Baekhyun. Kaulah idola yang membawa dampak besar saat ini. Terima kasih telah memilih jalan hidup untuk menjadi seorang idola.


Byun Baekhyun just Byun Baekhyun. Baekhyun who always make
me smile like an idiot. Yes,smiling whenever i see him.
Happy Birthday baby bacon .
Thankyou for having such a huge impact of my life.

Saram

Kurasa itu terjadi pada orang yang menunggu cinta. Aku begitu lelah, dan aku bahkan tak bisa memikirkan apa yang harus dilakukan. Kenapa aku tidak bisa melepaskanmu?. Aku terus menipu diriku sendiri, dan menyalahkan diriku sendiri. Tapi aku tidak bisa melupakanmu. Kau orang pertama yang ingin kuberi segalanya.

내가 당신을 잊을 것입니다. 오늘 시작... Teardrops in the rain...


Sabtu, 22 Maret 2014

Can I Touch You..?

Dekat, terlalu dekat jarak ini sampai-sampai aku dan kamu tidak pernah menjadi kita. Miris kedengarannya. Ingin bisa menyentuh atau merengkuhmu lebih dekat lagi. Dekat?, tapi itu mauku, bukan maumu. Seberapa jauh jarak ini?. Sebenarnya tidak ada penghalang diantara kita, semua berjalan seperti apa adanya.

Ketika aku mulai berpikir dewasa... .

Bayangkan saja lama menunggu angkutan umum, ternyata masih lebih lama menunggumu. Menunggu untuk berkata "ya, kita". 

Kamu bersinar sangat terang, tapi sayang aku hanya dapat menikmati dari kejauhan. 

Tapi sekali lagi, sebenarnya kita dekat. 


Menunggumu sama halnya dengan menebak-nebak apa yang akan terjadi di masa depan. 


Aku masih bersyukur kepada Tuhan dengan jarak kita yang sedekat ini, meskipun aku tetap aku, dan kamu tetap kamu, tak akan berubah menjadi kita. :)

Sabtu, 15 Maret 2014

The Ugly Duckling

Pernah mendengar dongeng Si Itik Buruk Rupa?. Bagaimana menurut kalian?. Menurutku, itu dongeng apik yang pernah ada. Dongeng yang menggambarkan diri sendiri lebih tepatnya.



Iti buruk rupa, bisakah ia berubah menjadi itik yang paling anggun?. Mungkin sedikit mustahil kedengarannya. Jika buruk, akan terus begitu selamanya. 

Sedikit flashback saja mengenai itik buruk rupa yang lain.

Dia terlahir berbeda. Tapi ketika itik itu masih kecil, ia tak mempermasalahkan apa yang terjadi dengan dirinya. Ia sangat ceria, semua yang ada disekitarnya menjadi teman setianya. Setiap hari ia bermain dengan gembira, berenang kesana-kemari. Suaranya yang khas dengan itik mungil menambah lucu dari dirinya.

Itik tumbuh dewasa. Ia mulai menyadari bahwa dirinya berbeda. Ketika itik lain tumbuh dengan anggun dan menawan, justru ia seperti monster. Tak banyak yang mau mendekatinya. Itik itu sungguh berbeda. Buruk, buruk, buruk rupanya.

Itik itu lebih senang menyendiri. Tetapi ia sering menangisi dirinya sendiri. Ia selalu menatap air, dimana bayangannya pun sama terlihat buruknya. Ia semakin sedih.

Itik mencoba berbagai cara agar ia sama dengan itik yang lain. Mustahil, tak satupun cara yang berhasil. Itik tetap seperti itu.

Menyendiri adalah hal yang paling tepat jika ia berbeda. Bahkan ia takut untuk bertemu dengan yang lain. Itik lebih suka itu. Ketika makhluk lain memuji itik yang anggun, dia tetap tersenyum setidaknya ada dari bagiannya yang tidak terlahir buruk seperti dirinya.

Itik buruk rupa akan selamanya begitu. 1% mungkin akan ada keajaiban, tapi sepertinya peripun enggan untuk memberinya keajaiban.

Itik tetap tegar. Ia masih punya dirinya sendiri. :'( 

Tingkat Terakhir

Alasan klasik dari 20 paket ujian nasional adalah supaya siswa-siswi lebih mandiri, tidak bergantung pada teman. Solusi yang tepat?. Aku sedikit ragu.



Mungkin aku hanya secuil dari ribuan siswa yang benar-benar stres karena 20 paket soal ini.  (15/03/2014) aku menangis saat ujian sekolah antropologi akan dimulai. Aku berpikir keras bagaimana aku akan menghadapi ujian yang menentukan masa depanku. 20 paket itu nasibku digantungkan. Aku tidak naif, aku juga membutuhkan orang lain dengan arti lain dari 50 soal yang ada aku juga membutuhkan bantuan teman.

Mereka bilang ini demi kemajuan negara sendiri. Bukan aku tidak peduli, bukan karena aku warga negara yang tidak patuh tapi bisa bayangkan bagaimana sulit dan runyamnya sistematika demi mendapat ijazah, sekali lagi ijazah. Aku juga siswa yang punya urusan lain selain sekolah. Lalu bagaimana dengan yang lain?, sama. Banyak yang mengeluh karena hal ini. 

Bahkan jauh sebelum 20 paket masih ada saja kasus siswa yang tidak lulus, itu dahulu. Beberapa bahkan tergolong siswa yang berprestasi. Aku tidak akan memikirkan dahulu, yang ada sekarang hanyalah "bisakah aku lulus dengan 20 paket tersebut?". Never give up, itu kata orang sebagai penyokong agar aku sanggup menghadapi ujian nasional. 

Kalau dipikir lagi, mereka bilang INI DEMI KEPENTINGAN BERSAMA. Bersama?, apa mereka turut membantu siswa mengerjakan soal. Kritis itu perlu, apalagi untuk seorang pelajar. Tapi aku bingung kemana harus aku sampaikan kritik semacam ini?. Apakah aku harus membuat lagu dengan lirik kritik sosial seperti Iwan Fals?, atau membuat sajak puisi seperti W.S. Rendra?. Aku yakin telinga mereka tidak tuli terhadap keluhan-keluhan yang muncul sejak tahun lalu. Masih dengan keluhan yang sama.

Tiga tahun bersekolah ditakutkan dengan hal semacam ini. Tidak logis jika dipikir. 20 paket soal, itu berarti akan ada oknum-oknum yang memanfaatkan hal ini. Sudahkah mereka pikirkan dampak-dampaknya?. Memajukan bukan berarti harus rumit. 

Dulu waktu aku masih duduk di Sekolah Menengah Pertama adalah tahun pertama menggunakan 5 paket soal. Bagi yang otaknya pas-pasan itu bagaikan neraka 1cm di bawah telapak kaki, berat rasanya kaki melangkah ke ruang ujian. 5 paket soal dengan pengawas yang ketat. Ternyata benar, hasilnya pun mengecewakan.

Keluhanku ini hanya mampu didengar telingaku sendiri. 

Semoga di tahun-tahun yang akan datang tidak ada lagi yang namanya pendidikan rumit.
Doakan saja aku menjadi Menteri Pendidikan.
Maaf, kritis itu perlu. Aku hanya ingin mengutarakan apa yang aku rasakan melalui diary eletrikku.

Harapanku UN dengan 20 paket bukanlah penghalang. Semoga aku dan ribuan peserta UN tingkat SMA/MA/Sederajat Tahun 2014 ini LULUS 100%, dengan nilai yang memuaskan.

Terima kasih.

Jumat, 14 Maret 2014

It's Time to Say Goodbye

Lelah...
Adakah yang sama sepertiku?.
Lelah karena sebuah perasaan jauh di dalam sana, hati lebih tepatnya. Perasaan klasik setiap orang, atau biasa yang dikenal dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Ini bukanlah pernyataan yang khusus lagi, tapi sudah menjadi santapan umum bagi siapa saja yang pernah mengalaminya. Sakit, perih, bercampur semua menjadi satu di dalam sana, hati lebih tepatnya. Adakah yang sama sepertiku?, menahan terus menahan tanpa seorangpun tahu bagaimana keadaannya sampai detik ini. Aku mulai terbiasa dengan ini. 



Dimanapun memendam itu sakit, memendam luka karena jatuh, bahkan karena jatuh cinta. Lalu bagaimana dengan orang itu?. Dia tidak tahu apa yang aku rasakan, yang dia tahu bahwa aku baik-baik saja. Dia menganggap itu biasa, namun aku menganggapnya luar biasa. Munafik sekali jika aku berkata "aku akan mulai melupakannya". Mudahlah diucapkan, namun berat untuk dilakukan. 

Bukan waktu yang singkat. Aku terus berlari mengejarnya, berjalan selalu di belakangnya. Hanya berharap dapat meraih pundaknya, dan mendapatkan senyuman. Namun itu hanya khayalan semata. Sekeras apapun aku mengejarnya aku tak akan pernah bisa mensejajarkan langkahku dengan langkahnya. Mustahil kedengarannya. Dia punya jalan lain, dimana ia melangkahkan kakinya dengan pasti. Sedangkan aku?, masih terus berjalan di belakangnya.

Kedengaran klasik, berlebihan, kuno, tapi mungkin ini waktunya untuk mengatakan "It's time to say goodbye". Lebih baik aku berbelok atau kembali ke jalanku dulu. Apa pedulinya dia ketika aku terus mengikutinya?, mungkin hanyalah benalu. Aku mulai belajar untuk melupakan, karena aku tidak ingin lagi mengingat masa lalu.


"Tapi, jika kau berbalik dan datang menemuiku saat itulah aku akan menyambutmu dan berkata -it's time to say that i love you-"

Senin, 10 Februari 2014

Hwaganayo

그 분을 좋아하지 않습니다 !!!!!

저는 당신을 미워해요 !!!!

Kata-katamu menekankan kalau aku itu murid paling bodoh, sedangkan kamu murid superior tiada banding. Oke, no problem. Aku emang murid biasa aja sih, IQku biasa aja, dibilang pinter banget juga enggak, tapi untungnya aku bukan murid yang mengejar nilai cuma karena ingin mendapat predikat itu.

Oh iya lupa, susah emang cari sosok anak pinter yang lapang dada. Susah. Susah banget. 

Bukannya sok menasehati, alangkah baiknya sifat seperti itu dihilangkan. Perbaiki diri sendiri. Pinter belum tentu cerdas. Aku juga nggak merasa aku pinter/cerdas, aku biasa.

Aku biasa..

Aku biasa..

Aku bukan saras 007 ..

Aku bukan Spiderman ..

Aku bukan Wonder Woman..

Aku bukan Batman, tapi aku Badman..

Aku cuma murid biasa yang di sekolah hanya mencari kesenangan, sebenarnya aku murid yang frontal.

실망이에요...



 

Jumat, 31 Januari 2014

Wanna be a good fans (What should I do?)

Membicarakan seberapa banyak teman yang aku punya dan itu satu fandom, pasti banyak banget. Seneng, jelas. Kebayang gimana punya temen yang satu fandom otomotis nyambung kalau objek pembicaraan tertuju sama satu objek yang sama. Tipe dari mereka jelas beda. Mereka menganut keyakinan "fans" dengan cara mereka masing.

Ada yang hobbynya ngecover lagu, jelas didukung sama suara yang merdu. Nggak mungkin juga berani ngecover lagu dengan suara pas-pasan kecuali aku.

Ada yang hobbynya ngecover dance, udah nggak usah ditanya lagi kemampuan dance mereka 5 bintang. Lentur, berasa lihat aslinya.

Ada yang hobbynya ngecover lagu+dance, ini yahut banget. Bayangin deh talentanya luar biasa banget.

Ada yang hobbynya belanja stuff, nah ini tentunya buat yang dompet tebel. Tapi nggak dompet tebel juga bisa sih, nabung demi stuff rela nggak jajan, sampe jadinya irit banget sama duit.

Ada yg hobbynya bikin fanart, suer kreatifitasnya perlu dikasih jempol deh. Bahkan sampe sekarang aku nggak tahu gimana caranya buat fanart.

Terus, ada yang iseng jual stuff dan akhirnya mereka sukses. Lumayan kan karena idola mereka, mereka bisa menghasilkan duit dari situ.

Ada yang hobbynya langsung nonton konser, dan yang satu ini aku angkat tangan. Jelas, yang satu ini aku nggak bakal bisa.

Terus, setelah aku pikir-pikir posisiku sebagai fans nggak masuk sama hobby-hobby diatas. Haha, heran, aku juga. Bakat nyanyi atau dance juga "nol", buat belanja stuff? pulsa aja masih sering hutang, bikin fanart? sama gadget aja masih kudet. Apalagi nonton konser.

Lucu?, iya aku juga ketawa. Kerjaanku sebagai cuma mantengin info mereka di sosmed. Mengagumkan memang.Berkhayal dengan fanfic, nangis sendiri, senyum sendiri *wtf*.

Jadi fans pasif memang melelahkan, sering berkhayal yang enggak-enggak.

 

Selasa, 28 Januari 2014

Ask for Questions

Dan aku masih belum bisa membedakan, mana bayangan dan mana wujudku yang sesungguhnya. Itu terlihat sama.


Every rose has its thorn
Every rose has its thorn
Every rose has its thorn

Don’t trust me too much
You don’t know me that well yet
So just run away run away
(Lee Hi - Rose)
 
Bertubi-tubi, berbagai macam, banyak sekali pertanyaan yang menghujami diriku sendiri. Entah itu dari hal yang sederhana sampai yang sukar. 
 
 Bagaimana...
 

Bagaimana caranya menghilangkan rasa pesimis dan menggantinya dengan rasa optimis?
 
Bagaimana caranya menghilangkan pikiran "nyaliku menciut' dan menggantinya dengan "aku pasti bisa"?
 
Bagaimana caranya mejadi orang yang percaya diri?
 
Bagaimana caranya memilki rasa sosial yang tinggi?
 
Bagaimana caranya tersenyum walau dalam duka?
 
Bagaimana caranya menjadi pemenang padahal kita merasa sebagai pecundang?
 
Bagaimana caranya membahagiakan orang sekitar?

Bagaimana caranya menyelesaikan masalah yang kian lama kian runyam?

Bagaimana caranya selalu berpikir positif?

Bagaimana caranya menghilangkan rasa takut pada saat berinteraksi?

Bagaimana caranya menatap mata orang lain saat berdialog?

Bagaimana caranya tertawa lepas?

Bagaimana caranya menegakkan kepala?


Akan terasa biasa jika jawabannya hanya USAHA, bahkan aku bisa mengucapkan kata itu kepada banyak orang, meskipun aku  tidak pernah bisa melakukan hal itu pada diri sendiri. Hingga saat ini aku hanya berdiam diri, meringkuk di dalam labirin gelap yang tak tahu ujungnya. Terus mencari jalan.
 
Benar kata banyak orang. Aku hanyalah robot, benda mati yang kaku dan tidak fleksibel. Robot malang yang membuat orang lain menjadi iba. 
 
Aku seperti bukan aku yang dulu. Kehilangan jati diri, dan tidak mempunyai stok cadangan. Hanyalah rasa TAKUT yang terus berkelibat di pikiran. 



Many questions on me that I can't answer all of them. 
Poor me.